Pages

Selasa, 25 Agustus 2015

linggauni: PERINDU ULUNG

linggauni: PERINDU ULUNG: Pada senja kutitipkan rindu di pelataran langitmu Meski kadang tak jelas, rasa ini kulumat habis dalam rengkuhan bayangmu, tuan Men...

Sabtu, 15 November 2014

Kota Tua Ampenan dan Jejak Peradaban

Fitri Rahmawati
Kalau Jakarta memiliki Kota tua yang banyak dikunjungi wisatawan, maka di Mataram, Lombok NTB juga memilik Kota tua Ampenan dengan deretan puluhan bangunan tua kuno, peninggalan Belanda dengan model arsitektur yang lebih unik dan menarik dijadikan sebagai tempat berwisata.

Cuma bedanya kota tua banyak dikenal wisatawan karena pengelolaan dan penataan termasuk promosinya bagus. Sementara kota tua Ampenan, meskipun unik dan menarik, tapi penataan dan pengelolaan tidak maksimal, sehingga tidak banyak dikenal dan dikunjungi banyak wisatawan lokal mancanegara.

Memasuki dan menginjakkan kaki di Kota tua Ampenan, serasa diajak kembali bercengkramana dan bernostalgia dengan suasana kehidupan masa lampau. Karena memang selain disuguhi deretan puluhan bangunan tua bercorakkan arsitektur masa lampau. Kota tua Ampenan juga menjadi saksi bisu masa kejayaan dan keemasan Ampenan sebagai armada pelabuhan, pusat prekonomian dan perdagangan

Di Kota tua inilah segala kegiatan prekonomian dan perdagangan dijalankan dan menjadi salah satu kota pelabuhan tujuan Belanda melakukan perdagangan. Kejayaan Kota tua Ampenan sebagai kota armada pelabuhan juga terlihat dari masih terdapatnya sisa-sisa reruntuhan konstruksi armada dipinggiran pantai Ampenan, yang kini menjadi salah satu tujuan objek pariwisata di Kota Mataram

Fitri Rahmawati
Puluhan bangunan tua yang sebagiannya berarsitektur Cina juga nampak masih terlihat berdiri kokoh di sekitar areal pantai bekas armada pelabuhan Ampenan dan di sepanjang kiri kanan simpang lima Kota tua Ampenan menuju pantai Senggigi, Kabupaten Lombok Barat dan pusat pemerintahan Kota Mataram

Dengan keunikan dan nilai kesejarahan dimiliki, Kota tua Ampenan sebenarnya bisa menjadi salah satu ikon dan magnet objek pariwisata unggulan Kota Mataram bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Gliat prekonomian juga bisa dihidupkan kembali dan akan lebih berkembang dengan memberdayakan masyarakat sekitar, tanpa harus merusak bangunan

Lebih-lebih memang, kalau mau sedikit jeli melihat trend dan kecendrungan wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara datang berwisata ke suatu daerah bukan lagi tertarik dengan pesona wisata pantai dan pesona alam semata, tapi juga tertarik dengan sesuatu tempat atau benda peninggalan masa lampau yang unik dan bernilai historis

Kota tua Ampenan, dengan melihat berbagai peninggalan termasuk bangunan tua yang memiliki keunikan dan nilai kesejarahan tinggi, kalau diklola secara serius, bukan sesuatu yang mustahil akan bisa menjadi salah satu objek pariwisata yang banyak dikunjungi wisatawan dan membawa kesejahteraan bagi gliat prekonomiaan masyarakat sekitar
 
Keseriusan Pemerintah
 

Salah satu kekurangan dan kebisaan buruk kepala daerah dalam hal pengelolaan objek pariwisata adalah, terlalu memposisikan keberadaan objek pariwisata sebagai sesuatu yang komersil dan seringkali mengesampingkan nilai budaya, kearifan lokal dan nilai kesejarahan. Tidak heran sejumlah kepala daerah berlomba-lomba melakukan penataan dan pengelolaan objek pariwisata, motivasinya tidak lagi soal bagaimana mendatangkan keuntungan, dengan tetap memelihara dan melestarikan

Tapi lebih pada, strategi pengelolaan yang bisa mendatangkan keuntungan sebesar mungkin bagi peningkatan pundi-pundi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), sehingga suara ajakan menjaga dan melestarikan budaya kearifan lokal, lambat laun hanya sekedar menjadi slogan dan pepesan kosong

Kota tua Ampenan menjadi salah saatu bukti, betapa pemerintah kota (pemkot) Mataram dalam pengelolaan, pemeliharaan dan penataannya masih dilakukan setengah hati, sehingga keberadaannya sebagai objek wisata bernilai historis belum banyak diketahui dan diminati wisatawan untuk dikunjungi

Fitri Rahmawati
Dalam hal pemeliharaan, Pemkot Mataram juga terkesan abai, sejumlah bangunan di Kota tua Ampenan sudah mulai beralih fungsi dan dirubah dari bentuk aslinya. Hanya tulisan Goedang Hookie yang masih tampak jelas terbaca. Padahal salah satu gudang bersejarah yang berdiri sejak tahun 1921 menjadi salah satu saksi kejayaan Ampenan sebagai salah satu kota pelabuhan yang menjadi tujuan Belanda.

Tidak hanya gudang ini yang kondisinya mengenaskan, bangunan bersejarah lain yang ada di kawasan ini kondisinya tak jauh beda. Memasuki kawasan kota tua Ampenan yang terletak di ujung bagian barat Kota Mataram, sekitar 2 kilometer (KM) dari pusat pemerintahan Kota Mataram. Suguhan bangunan tua berarsitek zaman Belanda membuat nuasa kota tua kian kental.

mantan Walikota Administratif Kota Mataram Mujitahid dalam beberapa kesempatan selalu mengingatkan Pemkot Mataram untuk membuat regulasi melalui peraturan walikota (perwal) supaya banguanan yang ada di Kota tua Ampenan bisa dipeliharan dan dikendalikan, supaya jangan sampai semua banguanan dihancurkan, sehingga ciri kota lama hilang.

Bangunan tua diperlukan dalam promosi pariwisata, di mana-mana orang sekarang melestarikan
Tanpa perhatiaan serius, beberapa bangunan tua di kawasan itu mulai hilang, disulap menjadi bangunan dalam bentuk yang lain. Dinding-dinding bangunan tua juga dibuat menjadi papan reklame. Bangunan-bangunan ala modern mulai bediri di sana-sini, menggusur bangunan tua.

Kondisi tersebut tentu sangat disayangkan, sebab merupakan bangunan bersejarah tidak ternilai harganya. Kalau dibandingkan dengan kota tua Jakarta, keindahan dan keunikan kota Ampenan sebenarnya jauh lebih unik dan menarik untuk dikunjungi wisatawan, kalau pengelolaannya bisa dilakukan dengan baik.

Ampenan tidak ubahnya kota Malaka, Malaysia yang terkenal sebagai kota pelabuhan.  Baik dari segi bagunan, maupun sebagai kota pelabuhan. Kota tua ini masih bisa diselamatkan, asalkan ada kebijakan khsus untuk itu. Dengan melakukan pendekatan kepada pemilik bangunan, karena masyarakat kecenderungan tidak memahami fungsi dan manfaat dari kota tua. Mereka diberikan mambangun tetapi jangan merubah bentuk bangunan.

Kalapun ada perbaikan, semestinya arsitektur bangunan harus menyesuaikan dengan bentuk bangunan yang lama, dalam hal ini pemerintah jangan mengijinkan perubahan bangunan Ampenan atau pemerintah mengarahkan konsep pembangunan, supaya arsitekturnya tetap seperti kota tua

Pemkot Mataram juga perlu membuatkan aturan khusus mengenai Ampenan sebagai Kota tua yang harus dijaga, baik melalui peraturan walikota maupun peraturan daerah.  Hal ini perlu dilakukan agar pemerintah memiliki dasar hukum untuk mengatur dan mempertahankan ciri khas kota Ampenan.

Jumat, 14 November 2014

Pesona Wisata Lombok yang Menggoda

Menulis dan berbagi cerita tentang berbagai hal menarik dari apa yang dilihat, alami, lakukan, dan saksikan, termasuk pesona wisata Pulau Lombok, yang juga dikenal dengan Pulau seribu masjid, kemudian mempublikasikannya melalui media sosial, blog pribadi www.turmuzitur.blogspot.com,  bagi saya merupakan aktivitas paling mengasikkan untuk dilakukan

Sebab melalui tulisanlah, selain bisa berbagi dan sharing informasi dengan jamaah pengguna media sosial lain di seluruh dunia, saya juga bisa ikut mengambil bagian dan peran serta mempromosikan keindahan pariwisata daerah, khususnya Pulau Lombok

Dulu sebelum akrab dengan media sosial blogspot, saya biasanya banyak menulis dalam bentuk opini dan mengirimkan ke media cetak. Tapi saya menyadari ruang publikasi di media cetak sangat terbatas dan harus bersaing dengan penulis lain, demikian halnya dengan ruang ekspresi menulis juga terbatas. Semenjak mengenal media gratisan blogspot saya mulai banyak menulis di blog

Setiap menyaksikan pristiwa, momen menarik dan melakukan perjalanan wisata pantai atau alam, saya selalu tertarik serta tidak ingin melewati untuk menceritakan kembali pristiwa yang saya alami, melalui tulisan di blog pribadi www.turmuzitur.blogspot.com termasuk dengan mengabadikannya melalui jepretan camera

Semenjak mulai ngeblog tahun 2010, tanggapan dan respon teman-teman pengguna media sosial cukup positif terhadap aktivitas menulis yang saya lakukan. Tapi memang, saya menyadari betul aktivitas menulis di blog pribadi yang dilakukan tidak selalu bisa saya jalani secara rutin dan tidak cukup kuat sebagai media mempromosikan tulisan termasuk catatan yang dimiliki

Semangat menulis yang terkadang naik turun menjadikan blog pribadi saya seringkali terbengkalai tidak bisa terupdate sampai berminggu-minggu, sementara jumlah pertemanan di facebook tidak seberapa. Sehingga membutuhkan blog komunitas yang di dalamnya memang terdapat banyak orang, dengan latar dan beragam profesi.

Atas cerita seorang teman yang juga hobi ngeblog, tentang blog warga www.kopasiana.com  saya kemudian tertarik dan lansung tergabung menjadi member. Mempublikasikan tulisan berupa opini, catatan harian dan perjalanan seputar wisata kuliner maupun wisata alam Pulau Lombok lain di blog Kompasiana memang sangat jauh berbeda dengan publikasi di blog pribadi

Sebagai blog komunitas, dengan jumlah pengikut yang telah tergabung mencapai ratusan ribu orang, setiap tulisan yang saya publikasikan di akun pribadi, jumlah orang yang berkunjung dan membacanya bisa mencapai puluhan sampai ratusan orang, tergantung gaya dan jenis tulisan yang dipublikasika

Tulisan tentang wisata paling banyak dikunjungi dan dibaca pembaca, lebih-lebih kalau tullisan tentang wisata tersebut mampu diceritakan dengan gaya bahasa penulisan sederhana, menarik dan menggugah pembaca, jumlah orang yang sekedar berkunjung maupun membaca bisa mencapai ribuan orang

Pengalaman mempublikasikan tulisan tentang pesona wisata lombok di blog kompasiana dalam beberapa tahun terahir mendapat respon cukup luar biasa dari pengguna kompasianan lain. Sebagian dari mereka malah menjadi penasaran dan ingin datang berlibur ke sejumlah objek pariwisata maupun menikmati kuliner khas Lombok

Beberapa tulisan seputar wisata Lombok yang sudah saya publikasikan, antara lain, wisata alam air terjun Sendang Gile, Senaru Kabupaten Lombok Utara, pesona alam pegunungan dan Desa wisata Sembalun, Kabupaten Lombok Timur (Lotim)  pesona pantai ping yang menggoda di Kabupaten Lotim dan sampai sekarang banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara dan investor yang tertarik untuk berinvestasi membangun bisnis perhotelan

Pengalaman paling mengasikkan mempublikasikan tulisan di blog kompasiana, dengan keberadaannya sebagai blog komunitas, selain sebagai ruang ekspresi diri, juga sebagai ruang belajar dan mendapatkan pengetahuan baru, melalui proses diskusi maupun dengan membaca setiap tulisan yang dipublikasikan pengguna kompasiana lain

Kini bersama teman-teman pengguna akun kompasian dan kominitas media sosial lain di Lombokpembacanya bisa lebih banyak danyang berkaitan lansung  yang saya bagi Setelah meaktivitas menulis photoberusaha mengabadikan melalui tulisan dan gambarpegunungan melihat dan menyaksikan berbagai jalan-Selain sebagai upaya memelihara tradisi menulisyang kemudian saya posting di media sosialyang kemudian sukai tentang berbagai
 

Blogger news

Blogroll

About